sore hari pulang kuliah, temen satu kost membawa berita dari kampus...
"dian, sekarang ada yang baru lagi lho...koprol...kaya facebook gitu..."
he?
apaan lagi nih?
ternyata koprol adalah social network jenis baru. koprol merupakan jejaring sosial yang place based, alias berdasarkan tempat...hihihi...lucu juga...
malamnya saya, dengan panduan dari teman kostan, membuat akun koprol...
hohoho
dan tada!
buka saja www.koprol.com dan temukan sensasi berkoprol-koprol ria...
12/04/2009
12/03/2009
memahami arti ukuwah
hari ini, rabu 3 desember 2009, saya mendapat tugas untuk belajar mengisi mentoring bidang di organisasi yang saya ikuti, yakni MIT (Moslem Intellectual Technology). materi yang harus saya sampaikan adalah tentang ukuwah. hmmm...saya semula ragu untuk menyampaikan materi ini karena saya merasa belum pantas untuk berkoar-koar tentang ukuwah tapi saya sendiri masih belum bisa mempraktikannya. tapi, sejenak keraguan itu saya bulatkan menjadi suatu keyakinan kalau saya bisa melakukannya. saya meyakinkan diri sendiri bahwa dengan cara menyampaikan materi ini saya bisa sekaligus belajar memahami materi tentang ukuwah. wew? bahasanya lebai nie...
to the point saja...
ukuwah itu artinya adalah suatu hubungan yang didasarkan karena Allah SWT. nah lo...maksudnya apaan tuh? maksudnya...di dalam hubungan itu kegiatannya semata-mata karena cinta kita kepada Allah. misalnya sholat bareng, ngaji bareng, belajar bareng, dll. ups...sampai di sini saya merasa rada tersentil. secara saya adalah orang yang memiliki sisi introvert lebih besar daripada sisi ekstrovert, saya merasa selama ini masih belum maksimal mengaplikasikan konsep ukuwah ini. mmm, jadi bertanya-tanya nih...bolehkah kita menjalankan ukuwah sesuai dengan sifat dan cara kita. yah, maksudnya seperti yang saya alami. sebagai seorang yang katakanlah rada tertutup untuk hal-hal tertentu, saya tidak bisa mengerjakan semuanya bersama-sama dengan teman-teman di setiap kegiatan. untuk belajar saja misalnya, saya harus belajar sendiri dulu untuk memahami materi. barulah jika sudah paham saya baru bisa nyambung kalo diajak belajar bareng. hehew...repot yak kedengarannya...tapi itulah saya dengan segala feature yang saya miliki. hoho...
jadi, boleh tak saya menjalankan ukuwah sesuai dengan sifat yang saya miliki.
lanjut...
masih dalam topik pembahasan ukuwah...
ternyata ukuwah tidak berarti kita harus meng-iya-kan semua permintaan teman, saudara, keluarga, dan sejenisnya lah pokoknya. kita harus memiliki ketegasan untuk mengatakan tidak jika memang tindakan relasi kita itu kurang baik. tapi untuk mengingatkannya perlu cara yang baik dan benar serta tidak bertentangan dengan sopan santun. halah lebay...
maksudnya mengingatkan dengan cara yang halus. kalau bisa orang yang kita ingatkan tidak merasa sedang diingatkan, justru sebaliknya, mencari cara yang menyenangkan untuk mengajak ralasi kita ke arah kebaikan. wew? teorinya subhanallah sekali...praktiknya? hoho, memang tidak mudah. okey, digaris bawahi yak, praktiknya tidak mudah. tidak mudah bukan berarti tidak bisa tapi lebih mengarah ke perlu proses untuk mewujudkannya. paham??? mmm...
well, itulah inti sharing menbid pagi ini...topik yang sederhana tapi penerapannya tak semudah konsepnya. tapi, selama masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik, teruslah mencoba untuk menerapkannya. be better with strong eager, whatever people say about our ways, as long as they don't break the rules, just do it...
semoga bermanfaat...
to the point saja...
ukuwah itu artinya adalah suatu hubungan yang didasarkan karena Allah SWT. nah lo...maksudnya apaan tuh? maksudnya...di dalam hubungan itu kegiatannya semata-mata karena cinta kita kepada Allah. misalnya sholat bareng, ngaji bareng, belajar bareng, dll. ups...sampai di sini saya merasa rada tersentil. secara saya adalah orang yang memiliki sisi introvert lebih besar daripada sisi ekstrovert, saya merasa selama ini masih belum maksimal mengaplikasikan konsep ukuwah ini. mmm, jadi bertanya-tanya nih...bolehkah kita menjalankan ukuwah sesuai dengan sifat dan cara kita. yah, maksudnya seperti yang saya alami. sebagai seorang yang katakanlah rada tertutup untuk hal-hal tertentu, saya tidak bisa mengerjakan semuanya bersama-sama dengan teman-teman di setiap kegiatan. untuk belajar saja misalnya, saya harus belajar sendiri dulu untuk memahami materi. barulah jika sudah paham saya baru bisa nyambung kalo diajak belajar bareng. hehew...repot yak kedengarannya...tapi itulah saya dengan segala feature yang saya miliki. hoho...
jadi, boleh tak saya menjalankan ukuwah sesuai dengan sifat yang saya miliki.
lanjut...
masih dalam topik pembahasan ukuwah...
ternyata ukuwah tidak berarti kita harus meng-iya-kan semua permintaan teman, saudara, keluarga, dan sejenisnya lah pokoknya. kita harus memiliki ketegasan untuk mengatakan tidak jika memang tindakan relasi kita itu kurang baik. tapi untuk mengingatkannya perlu cara yang baik dan benar serta tidak bertentangan dengan sopan santun. halah lebay...
maksudnya mengingatkan dengan cara yang halus. kalau bisa orang yang kita ingatkan tidak merasa sedang diingatkan, justru sebaliknya, mencari cara yang menyenangkan untuk mengajak ralasi kita ke arah kebaikan. wew? teorinya subhanallah sekali...praktiknya? hoho, memang tidak mudah. okey, digaris bawahi yak, praktiknya tidak mudah. tidak mudah bukan berarti tidak bisa tapi lebih mengarah ke perlu proses untuk mewujudkannya. paham??? mmm...
well, itulah inti sharing menbid pagi ini...topik yang sederhana tapi penerapannya tak semudah konsepnya. tapi, selama masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik, teruslah mencoba untuk menerapkannya. be better with strong eager, whatever people say about our ways, as long as they don't break the rules, just do it...
semoga bermanfaat...
11/26/2009
riset mata minus : benarkah melepas kaca mata bisa mengurangi mata minus?
Lama tak mengupdate konten blog...hehe...saya sedang melakukan riset rekan2...sebuah riset penting. Riset mengenai mata (perjuangan cukup berat untuk benar2 beradaptasi melepas kacamata karena saya jadi sering ngantukan dan pusing pada awalnya, pengennya tidur terus karena si mata lebih mudah capek, hehew, jadinya kurang produktif ni). Setelah sekian tahun saya mengenakan kacamata, rasanya capek juga. Saya halus melihat lingkungan menggunakan bantuan suatu alat supaya saya dapat melihat objek-objek yang saya temui dapat tertangkap dengan jelas. mungkin bagi yang belum pernah mengenakan kacamata (dan jangan sampai dah), akan berkomentar, rasanya gimana tuh. Capek bro, i have said it before. hmmm...then? Akhirnya karena terinspirasi oleh sesuatu hal, saya memutuskan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kacamata. Tindakan ini saya lakukan dengan beberapa pertimbangan. Pertama, berdasarkan pengalaman mbak kost yang konon katanya minusnya sempat turun karena kacamatanya jarang dipakai. Kedua, pengaruh buku yang menyatakan bahwa sebenarnya ukuran lensa yang digunakan para kacamata-ers itu lebih besar daripada ukuran minus mata. So, mata malah "diajak" lensa untuk mengikuti ukuran lensa, otomatis minus jadi bertambah deh. Nah, bermula dari rasa was-was juga karena saya harus membiasakan diri untuk melihat sesuatu dengan ketidakjelasan, akhirnya saya putuskan untuk benar-benar berani melepasnya. Tidak sedikit yang mengomentari saya sombong kalau disapa. huft, sabar...saya harus menjelaskannya satu per satu bahwasanya saya kurang jelas dalam melihat. Saya jadi seperti algoritma JST yang harus melihat pola-pola wajah dan perilaku orang-orang yang sudah saya kenal supaya saya tidak salah saat memanggil atau dipanggil eh lebih tepatnya menyapa atau disapa (kalo panggil kok kesannya jadi gimana gitu).
Progresnya sejauh ini? belum terlalu signifikan. Minus memang belum terdeteksi berkurang tapi sejauh ini pusing sudah tidak terasa, hanya saja mata memang lebih cepat capek dan saya jadi ngantukan dan rada kurang konsentrasi. Untuk melupakan bahwa saya sedang riset penting, saya mengikuti banyak kegiatan di kampus. Walau terkadang saya malah keteteran, tapi setidaknya pikiran saya teralihkan dan mata saya terbiasa dengan hal-hal yang reflek karena harus mengikuti gerakan saya yang super cepat, hehew. Dan sampai sekarang saya masih ingin bertahan dengan riset mata saya ini karena saya yakin pasti ada sesuatu yang bisa diambil ibrohnya dari apa yang kita lakukan selama ini. Dan untuk saat ini yang sangat penting dilakukan adalah berdoa dan berpikiran positif bahwa riset ini akan berhasil. Just do it...
Langganan:
Postingan (Atom)